SEKILAS INFO
: - Kamis, 22-10-2020
  • 4 bulan yang lalu / pengambilan Ijazah dan Raport PAUD IT Ulul Albaab Tanggal 26 Juni 2020
  • 4 bulan yang lalu / Pengambilan Raport SD IT Ulul Albaab tanggal 27 Juni 2020
  • 9 bulan yang lalu / Sekolah Ulul Albaab membuka pendaftaran Siswa/i Baru.. Buruan daftarkan ananda segera !!

Pada dasarnya virus Corno atau Covid-19 ini adalah virus yang menyebar pertama di Negara china tepatnya di Kota Wuhan. Virus ini sangat begitu kecil dan banyak, penyebaran virus ini juga cepat bisa melalui makanan, berjabat tangan, tatapan mata, serta banyak hal lainnya yang ada di tempat umum. Virus ini merupakan serangan yang sangat mematikan dan membuat manusia gencar mencari penawar virus ini. beberapa bagian Negara sudah melakukan Proses Lockdown untuk memutus jaringan penyebaran virus COrona atau Covid-19.Sebagian Pasien yang menjadi suspect Corona sudah menjalankan isolasi ruangan di Rumah sakit daerah masing-masing, namun kita juga harus bertindak cerdas saat pemerintah meminta untuk kita bekerja dari rumah maka jangan sampai kita keluar dengan alasan yang sepele karena penyebaran virus ini luar biasa sangat berbahaya.

Kasus Penyebaran Virus semacam ini juga terjadi pada Zaman Rasulullah SAW, namun bukanlah Virus namun Wabah Kusta yang menular dan mematikan yang belum ditemukan obatnya. Rasulullah SAW meminta agar tidak mendatangi tempat yang tersebar wabah agar wabah tersebut terputus.

Hadist ini mirip metode karantina yang kini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit. Selain kusta, Rasulullah SAW juga pernah menghadapi wabah di masa hijrah ke Madinah. Saat itu situasi Madinah dikatakan sangat buruk dengan air yang keruh dan penuh wabah penyakit

Menghadapi situasi tersebut, Rasulullah SAW  meminta pengikutnya untuk sabar sambil berharap pertolongan dari Allah SWT. Seperti diceritakan Aisyah, mereka yang bersabar dijanjikan syahid.

Dalam hadist juga disebutkan janji surga dan pahala bagi yang bersabar saat menghadapi wabah penyakit.

‏ الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: “Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya). (HR Bukhori)

Selain di masa Rasulullah, kisah wabah dan virus juga ada di masa khalifah Umar bin Khattab. Dalam hadist diceritakan, Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam saat kabar wabah penyakit diterimanya dalam perjalanan.

Hadist yang dinarasikan Abdullah bin ‘Amir mengatakan, Umar kemudian tidak melanjutkan perjalanan.

أَنَّ عُمَرَ، خَرَجَ إِلَى الشَّأْمِ، فَلَمَّا كَانَ بِسَرْغَ بَلَغَهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّأْمِ، فَأَخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ ‏”‏‏

Artinya: Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam, saat sampai di wilah bernama Sargh. Saat itu Umar mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf kemudian mengatakan pada Umar jika Nabi Muhammad SAW pernah berkata, “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhori).

Untuk itu sebagai saran mencegah penyebaran virus ini hendaklah kita menggunakan nasker saat bepergian jika darurat dan memakaikan hand sanitizer selalu untuk mematikan kuman yang ada di tangan. Dalam Islam memang dianjurkan salam Hidayah namun sebagian orang tidak memperdulikan dan berbondong-bondong bersentuhan serta berjabat tangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Hubungi Kami

Join Us on FB